Tulang Bawang, 17 November 2025 — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, Hi. Morisman, S.T., menggelar Rapat Reses Tahap III Tahun Anggaran 2025 di Kampung Bawang Sakti Jaya, Kecamatan Banjar Baru, Kabupaten Tulang Bawang, pada hari Sabtu (15/11).
Kegiatan yang merupakan agenda wajib anggota dewan untuk menyerap aspirasi masyarakat ini disambut antusias. Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Kampung beserta aparatur pemerintah, pengurus lembaga kemasyarakatan, dan puluhan perwakilan warga Bawang Sakti Jaya.
Infrastruktur dan BUMkam Jadi Prioritas Utama
Morisman, yang merupakan perwakilan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung 6 (Meliputi Mesuji, Tulang Bawang, dan Tulang Bawang Barat) dari Fraksi PAN, mencatat sejumlah usulan krusial dari masyarakat. Sebagian besar aspirasi yang disampaikan berfokus pada perbaikan infrastruktur dan peningkatan BUMkam.
"Kami berterima kasih atas kehadiran Bapak Morisman. Kesempatan ini kami gunakan untuk menyampaikan langsung mengenai kondisi jalan utama kampung kami yang mendesak untuk diperbaiki," ujar salah satu perwakilan tokoh masyarakat. "Selain itu, kami berharap ada peningkatan bantuan BUMkam dan usaha-usaha rumahan Di Kampung ini," tambahnya.
Komitmen Mengawal Anggaran 2026
Menanggapi berbagai usulan yang masuk, Hi. Morisman, S.T. menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap aspirasi dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung Tahun 2026.
"Reses adalah jembatan penghubung antara kebijakan di tingkat provinsi dengan kebutuhan nyata di kampung. Semua masukan, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan hingga peningkatan bantuan terhadap UMKM Kampung, sudah kami catat secara detail," tegas Morisman.
Ia menambahkan bahwa usulan dari Bawang Sakti Jaya akan segera ditindaklanjuti dan diperjuangkan melalui Komisi terkait di DPRD Provinsi Lampung. "Kami akan memastikan bahwa program-program pro-rakyat ini mendapatkan alokasi anggaran yang memadai agar dapat direalisasikan tahun depan," tutupnya.
Kegiatan reses berjalan tertib dan diakhiri dengan sesi dialog interaktif antara anggota dewan dan masyarakat, menunjukkan sinergi positif antara wakil rakyat dan konstituennya dalam merencanakan pembangunan daerah.