Bawang Sakti Jaya– Menjelang tutup tahun anggaran dan program kerja, Aparat Kampung menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Akhir Tahun 2025 yang melibatkan seluruh pengurus lembaga desa. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mengevaluasi capaian kinerja sepanjang tahun, menyerap aspirasi, dan menyelaraskan program kerja untuk tahun mendatang.
Monitoring akhir tahun 2025 dihadiri oleh perwakilan dari berbagai lembaga vital yang menjadi motor penggerak pembangunan dan pelayanan masyarakat di desa. Kehadiran seluruh elemen ini menunjukkan komitmen kolektif desa dalam mencapai tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Monitoring akhir tahun 2025 dihadiri oleh perwakilan dari berbagai lembaga vital yang menjadi motor penggerak pembangunan dan pelayanan masyarakat di desa. Kehadiran seluruh elemen ini menunjukkan komitmen kolektif desa dalam mencapai tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Lembaga yang turut serta dalam Monev ini meliputi:
- Badan Usaha Milik Desa (BUMKam): Evaluasi kinerja usaha, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD), serta rencana pengembangan bisnis.
- Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK): Peninjauan program peningkatan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi keluarga.
- Karang Taruna: Evaluasi kegiatan kepemudaan, sosial, dan pengembangan kreativitas di kalangan remaja.
- Lembaga Pendidikan (PAUD, TK, TPA): Pengawasan terhadap kualitas pendidikan anak usia dini dan pengajian, serta kebutuhan sarana dan prasarana.
- Bidan Desa: Pemantauan terhadap layanan kesehatan ibu dan anak, program posyandu, dan pencegahan stunting.
- Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN): Evaluasi program pertanian, pemanfaatan bantuan sarana produksi, dan peningkatan kesejahteraan petani.
- Dewan Kemakmuran Masjid (DKM): Monitoring kegiatan keagamaan, pengelolaan fasilitas ibadah, dan pembinaan umat.
Kepala Kampung Supriyono menyampaikan bahwa tujuan utama monitoring ini adalah memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran dan pelaksanaan program. Setiap lembaga diminta memaparkan laporan pertanggungjawaban serta kendala yang dihadapi.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah anggaran desa yang disalurkan, baik melalui BUMKam, PKK, maupun lembaga lainnya, telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar beliau. “Evaluasi ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk mencari solusi dan merancang program tahun depan yang lebih tepat sasaran.”
Beberapa poin penting yang menjadi sorotan dalam Monev ini antara lain:
- Realisasi Anggaran: Memastikan penyerapan anggaran telah sesuai dengan rencana dan peraturan.
- Capaian Kinerja Program: Mengukur keberhasilan program yang telah dilaksanakan (misalnya, jumlah peningkatan omzet BUMKam, persentase penurunan angka stunting oleh Bidan Desa dan PKK).
- Identifikasi Masalah: Menginventarisir hambatan dan tantangan yang dihadapi oleh masing-masing lembaga di lapangan.
- Sinergi Program: Merumuskan kerja sama antar lembaga untuk memaksimalkan hasil di tahun berikutnya.
Hasil dari Monitoring Akhir Tahun 2025 akan menjadi bahan dasar bagi penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun depan. Dengan data yang akurat dan masukan langsung dari para pengurus lembaga, diharapkan program kerja di tahun mendatang dapat lebih efektif, efisien, dan menjawab kebutuhan riil masyarakat Kampung Bawang Sakti Jaya.
Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan transparansi dan partisipasi dalam membangun desa, menegaskan bahwa kemajuan desa adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.